Sahabat.com - Kapten Sunderland dan timnas Swiss, Granit Xhaka dijatuhi hukuman denda sebesar sekitar 136 ribu pound sterling (Rp3.2 miliar) terkait kepemilikan sertifikat vaksin COVID-19 palsu.
“Saya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya. Terima kasih atas banyaknya pesan dukungan dalam beberapa pekan terakhir. Pesan-pesan tersebut sangat berarti bagi saya,” tulis Xhaka melalui Instagram pada Jumat.
Gelandang berusia 34 tahun itu dinyatakan bersalah melalui putusan pengadilan karena memperoleh sertifikat palsu.
Denda tersebut ditangguhkan selama dua tahun dengan syarat Xhaka tidak melakukan pelanggaran hukum lainnya. Ia juga menyatakan telah membayar biaya perkara.
“Saya sudah mengatakan beberapa pekan lalu secara langsung di sini bahwa saya akan bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya tetap berpegang pada hal tersebut,” ujar Xhaka.
Kasus tersebut berkaitan dengan sertifikat yang diduga diperoleh Xhaka pada 2022 ketika sertifikat vaksin COVID-19 diperlukan di Swiss untuk mengakses sejumlah aktivitas, tempat, serta melakukan perjalanan ke luar negeri.
Saat itu, Xhaka masih memperkuat Arsenal. Pada 21 September, dia mengakui percaya terhadap vaksin dan mengaku dipengaruhi oleh “kekhawatiran dan ketidakpastian”.
Xhaka merupakan pemegang rekor penampilan terbanyak untuk timnas Swiss dengan 152 kali. Setelah pernyataan awal terkait kasus tersebut, ia mundur dari pemusatan latihan Swiss untuk pertandingan UEFA Nations League melawan Skotlandia, Makedonia Utara, dan Slovenia pada jeda internasional terbaru.
Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss sebelumnya menjelaskan bahwa tidak pernah ada kewajiban hukum secara umum untuk memiliki sertifikat vaksin COVID-19. Namun, dokumen tersebut diperlukan untuk mengakses sejumlah kegiatan, tempat, dan perjalanan.
Kebijakan tersebut berlaku di Swiss hingga musim semi 2022. Setelah itu, sertifikat COVID-19 tetap diterbitkan, terutama untuk memenuhi persyaratan perjalanan ke luar negeri.
Xhaka masih menjadi bagian penting timnas Swiss. Ia menjadi kapten ketika Swiss tampil di Piala Dunia 2026 dan tersingkir pada perempat final setelah kalah dari Argentina yang kemudian menjadi runner-up.
Di level klub, Xhaka diperkirakan kembali tampil saat Sunderland menjamu Brighton pada Sabtu (10/10).
Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, enggan mengomentari kasus di luar lapangan tersebut. Namun, ia menilai kondisi Xhaka selama jeda internasional positif.
“Tidak ada komentar mengenai hal-hal di luar lapangan. Namun, dari apa yang saya lihat selama jeda internasional, dia berlatih dengan sangat baik. Itu positif. Dia berada dalam kondisi yang baik dari sisi sepak bola dan bagi saya, itu yang paling penting,” kata Le Bris.
ANTARA
0 Komentar
Leave a comment